Repositori Pengetahuan FOCUS

Ketik kata kunci yang terkait dengan produk pengetahuan atau topik yang Anda minati di kotak Pencarian, lalu klik Cari.
Atau, langsung klik tombol Filter dan perluas pilihan di bawah Area Tematik, Pemilik Produk, Pendekatan/Intervensi dan Jenis Produk Pengetahuan.

Atau, jelajahi opsi dibawah Area Tematik, Pemilik Produk, Pendekatan/Intervensi dan Jenis Produk Pengetahuan untuk memfilter dan menemukan produk pengetahuan.

AREA TEMATIK

5 Topik

PENDEKATAN / INTERVENSI

6 Topik

JENIS PRODUK PENGETAHUAN

10 Topik

Cerita Unggulan

Populer
Opps, Artikel belum ada

Terkini
Opps, Artikel belum ada

Diperbarui
Opps, Artikel belum ada

Pertanyaan yang sering diajukan

Hubungi kami via surel atau X

FOCUS (Fisherfolk Empowerment for Climate Resilience and Sustainability atau Pemberdayaan Nelayan untuk Ketahanan Iklim dan Keberlanjutan) adalah program yang lahir dari proses kokreasi antara Norwegian Agency for Development Cooperation (NORAD) dengan Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (berafiliasi dengan Hivos), WALHI, KIARA dan PKSPL-IPB yang bertujuan untuk membangun pengelolaan pesisir terpadu untuk sistem pangan berkelanjutan bagi masyarakat nelayan termasuk perempuan di Jawa Tengah. Kami mengupayakan adanya partisipasi yang lebih kuat dari penduduk pesisir di wilayah sasaran di Jawa Tengah dalam pengambilan keputusan perencanaan sumberdaya pesisir, advokasi untuk mempromosikan keseimbangan yang lebih berkelanjutan antara pemanfaatan dan konservasi sumber daya laut, dan kegiatan untuk meningkatkan rantai nilai komoditi di tingkat lokal. FOCUS dijalankan dengan format konsorsium yang dipimpin oleh Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (berafiliasi dengan Hivos), beranggotakan WALHI, KIARA dan PKSPL-IPB.

Isu mendesak yang FOCUS coba tangani adalah:
  1. Masih kurangnya ketahanan (daya lenting/resiliensi) di wilayah pesisir sebagai kurangnya koordinasi antar dan lintas sektor serta antar dan lintas level pemangku kepentingan.
  2. Masih lemahnya dukungan dari para pemangku kepentingan kepada pengelolaan adaptif risiko bencana dan dampak perubahan iklim di wilayah pesisir yang dilakukan oleh masyarakat.
  3. Masih minimnya peluang mata pencaharian masyarakat pesisir: meskipun tersedia namun belum berkelanjutan dan inklusif sehingga penting untuk didukung dan dipromosikan terutama untuk lebih melibatkan kelompok perempuan dan orang muda.

Wilayah kerja FOCUS meliputi:
  1. Provinsi Jawa Tengah
  2. Kota Semarang
  3. Kabupaten Jepara
  4. Kabupaten Demak
  5. Kabupaten Batang
  6. Kabupaten Kendal

Bekerja sama dengan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait lainnya, FOCUS berupaya untuk mencapai:
  1. Wadah koordinasi dan kolaborasi multi-pihak untuk mewujudkan pengelolaan pesisir terpadu (Integrated Coastal Management) yang adaptif, berkeadilan, dan berkelanjutan melalui kebijakan yang inklusif, transparan, dan responsif terhadap perubahan iklim.
  2. Praktik pengelolaan perikanan dan pesisir berkelanjutan termasuk pelestarian dan rehabilitasi ekosistem pesisir serta monitoring oleh pemangku kepentingan lokal untuk memitigasi risiko bencana dan dampak perubahan iklim.
  3. Pengorganisasian, peningkatan keterampilan, pengembangan produk perikanan, pendampingan manajemen dan kewirausahaan serta akses pembiayaan yang memampukan komunitas pesisir terutama perempuan dan orang muda untuk menciptakan usaha yang tangguh.
  4. Peningkatan pemahaman dan keterlibatan masyarakat sebagai agen perubahan dalam pengelolaan pesisir yang berkelanjutan serta upaya penanggulangan risiko bencana dan perubahan iklim.

Selama periode 2023-2026, kerja FOCUS meliputi:
  1. Lobi dan Advokasi: Mendorong kebijakan dan regulasi pengelolaan pesisir berkelanjutan, ketahanan iklim, dan perlindungan ekosistem serta membangun kapasitas pemangku kepentingan
  2. Peningkatan Kapasitas: Melakukan pelatihan ICM, DRR, perikanan berkelanjutan, dan adaptasi iklim khususnya bagi perempuan dan anak muda
  3. Kampanye Kolektif: Penyadartahuan masyarakat tentang solusi lokal dan pelestarian lingkungan untuk keberlanjutan
  4. Pendekatan Kelembagaan:Membangun platform kelembagaan berkelanjutan untuk pengelolaan pesisir yang kolaboratif dan koheren
  5. Kolaborasi Multipihak: Memperkuat kemitraan pemerintah, masyarakat, dan akademisi secara terpadu untuk konservasi, mitigasi bencana, dan pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir
  6. Pengawasan dan evaluasi: Platform SIMPANDU mengintegrasikan penyediaan data dan informasi pesisir secara waktu nyata (real-time) serta partisipasi aktif masyarakat

Selama implementasi program, Konsorsium FOCUS akan terus mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi risiko relevan yang berpotensi timbul atau terkait dengan program, terutama risiko yang termasuk dalam empat isu lintas sektor berikut:
  1. Anti korupsi
  2. Iklim dan lingkungan
  3. Hak-hak perempuan dan kesetaraan gender
  4. Hak asasi manusia (prinsip partisipasi, akuntabilitas dan non-diskriminasi)

Narahubung :
  • Yayasan Hivos: Miranda (miranda@humanis.foundation)
  • PKSPL IPB: Andy Afandy (aaf_afandy@pksplipb.or.id)
  • WALHI: Vonni Novita (voni.novita@walhi.or.id) dan Fahmi (fahmibastian@walhi.or.id)
  • KIARA: Erwin Suryana (erwins@kiara.or.id)
Media Sosial :
  • Tagar #focusocean
  • Instagram: @humanisfoundation
  • Instagram: @walhi.nasional & @walhijateng
  • Instagram: @pkspl_lppm_ipb_university
  • Instagram: @kiara.indonesia