Menebar Jala Pengetahuan, Pengolahan Pangan Laut bersama Masyarakat Pesisir

Posted Mar 05, 2026    Updated at Mar 05, 2026    By admin    Views 13

Tag

Laut menyediakan bahan pangan berpotensi besar untuk diolah menjadi produk turunan. Hal ini selaras dengan agenda pemerintah yang tengah menggencarkan pemanfaatan komoditas laut, salah satu bentuk blue food, sebagai solusi ketahanan pangan. Namun, ketika berbicara mengenai ketahanan pangan inklusif dan kesejahteraan pemangku hak, kita tak hanya berbicara mengenai ketersediaannya saja, tetapi juga tentang proses produksi yang menjangkau kelompok paling terdampak.

Karenanya, pada 13-14 November 2025 lalu program Fisherfolk Empowerment for Climate Resilience and Sustainability (FOCUS) mengadakan pelatihan Praktik Penanganan yang Baik (Good Handling Practices/GHP) dan Praktik/cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (Good Manufacturing Practices/GMP). Kegiatan ini dilakukan bersama Fakultas Teknologi Pertanian Soegijapranata Catholic University (UNIKA Soegijapranata).

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan kelompok perempuan dan orang muda dari 9 desa di 5 kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kendal, Jepara, Batang, Demak, dan Semarang. Mereka juga merupakan pelaku usaha dalam sektor hasil laut dan mangrove serta pengolahan pangan keluarga. Peserta saling belajar mengenai teknik penanganan dan produksi yang baik untuk produk perikanan seperti ikan, udang, kerang hijau, dan mangrove.

Gambar 1. Penyampaian materi oleh UNIKA Soegijapranata tentang Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (Ruhaina Zulfiani)

Kreativitas Masyarakat untuk Meningkatkan Nilai Tambah

Hasil tangkapan yang berkualitas tinggi memiliki nilai jual yang lebih besar. Dengan kreativitas dalam pengolahan hasil perikanan, nilai tambah produk ini dapat meningkat.

Berbagai produk seperti dendeng ikan, ikan asap, kerupuk kerang hijau, abon tongkol, terasi jembret (udang rebon), dan krispi udang telah dikembangkan di beberapa desa dampingan FOCUS. Selain itu, ada pula peningkatan produk hasil olahan mangrove seperti sirup, blendung (buah mangrove rebus yang dihidangkan dengan parutan kelapa) , dan kopi mangrove. Konsorsium FOCUS, yang beranggotakan Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis), Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan (PKSPL-IPB), Wahana Lingkungan Indonesia (WALHI), dan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) terus mendampingi kelompok masyarakat dalam memperkuat rantai nilai produk-produk ini.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat usaha kelompok lokal, FOCUS juga mendorong pengoperasian Pusat Perdagangan Laut (Ocean Trade Center) sebagai ruang bersama yang dapat memfasilitasi penjualan, berbagi pengetahuan, dan akses terhadap peralatan pendukung yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas usaha kelompok. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan FOCUS yang mendorong serta menciptakan peluang mata pencaharian berkelanjutan yang inklusif bagi komunitas yang ada di pesisir, termasuk perempuan dan orang muda.

Perizinan sebagai Dasar Keberlanjutan Usaha

Selain pemateri dari UNIKA Soegijapranata, terdapat juga pemateri dari Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Trias Martiningtyas. Trias menekankan tentang pentingnya Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) sebagai salah satu cara untuk meningkatkan daya saing produk.

Saat ini, konsumen semakin kritis dan menaruh perhatian besar pada aspek keamanan pangan. Produk dengan SKP menjadi penting bagi pelaku usaha untuk menjamin dan mempertanggungjawabkan mutu produk olahan mereka, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha. Karena itu, FOCUS juga mendorong kelompok dampingan untuk memiliki perizinan produk agar usaha mereka dapat berkembang secara legal dan berkelanjutan.

Antusiasme Peserta dan Refleksi Pembelajaran

Selama dua hari pelatihan berlangsung, terlihat perubahan sikap yang positif dari para peserta. Awalnya beberapa peserta tampak ragu untuk bertanya atau mengemukakan pendapat. Namun, seiring berjalannya sesi, mereka semakin percaya diri. Mereka bertanya, berpendapat, berbagi pengalaman dan berani melakukan presentasi hasil diskusi kelompok secara bergantian

Bagi kami, peningkatan kapasitas tak hanya diukur dari pemahaman materi saja, tapi juga perubahan sikap dengan nilai guna untuk peserta. Keberanian berbicara dalam sebuah forum, walau mungkin sering tak dihitung sebagai capaian, menjadi hal yang berharga untuk tim FOCUS.

Gambar 2. Presentasi oleh Perwakilan Kelompok Peserta Pelatihan dari Kelurahan Tanjungmas (Ruhaina Zulfiani)

Gambar 3. Peserta Aktif Berdiskusi Saat Mengerjakan Tugas Kelompok (Ruhaina Zulfiani)

Antusiasme inilah yang membuat diskusi dalam proses pelatihan menjadi lebih hidup. Pengalaman dan tantangan personal menjadi pelajaran berharga bagi semua orang. Informasi dari contoh nyata yang dihadapi peserta, seperti permasalahan panas berlebih saat pengasapan ikan yang membuat mata pedih atau problem akeripik yang cepat tengik, hingga kendala dalam pengolahan mangrove tak hanya menjadi sekadar informasi, tapi juga pengetahuan.

Tak lagi merasa malu, peserta dari desa lain saling memberikan masukan, sementara pemateri menyediakan penjelasan serta alternatif solusi yang mudah diterapkan.

Menguatkan Ekonomi Pesisir Melalui Pengetahuan

Pelatihan GHP dan GMP ini menjadi ruang belajar yang tidak hanya memperkaya pengetahuan teknis, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri perempuan dan orang muda pesisir dalam mengembangkan produk lokalnya.

Gambar 4. Foto Bersama Konsorsium FOCUS, UNIKA Soegijapranata, dan Seluruh Peserta Pelatihan(Panitia)

Melalui proses pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan, FOCUS bersama UNIKA Soegijapranata berupaya memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan. Kelak, orang-orang yang awalnya menjadi peserta juga dapat menjadi pelatih untuk membagikan pengetahuan tersebut di komunitasnya.

Melalui pelatihan pengolahan produk perikanan serta dorongan FOCUS untuk legalitas perizinan usaha, kami berharap peserta dapat mengakses pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai ekonomi produknya. Hingga pada akhirnya, tujuan kami adalah tercapainya peningkatan kesejahteraan, dan ketahanan pangan masyarakat pesisir.

Page : /

Downloads

File Name Size Downloads Actions
0 0 Download

Komentar

Nama
Tinggalkan umpan balik (Maks. 500 karakter)